Posted on

Pembantaian Srebenica yang pernah terjadi di tahun 1992 dan sampai sekarang ini masih diperingati sebagai salah satu kejadian yang sangat kelam. Di tahun 2020 ini adalah peringatan 25 tahun atas terjadinya kejadian yang menyedihkan tersebut. Biasanya peringatan tersebut diakan dan diikuti oleh banyak orang tetapi karena menyangkut adanya virus corona yang terjadi di seluruh dunia menyebabkan acara tersebut lebih sepi dibandingkan dengan tahun lalu.

Terjadinya Pembantaian Srebenica

Terjadinya Pembantaian Srebenica

Terjadinya pembantaian Srebenica saat peperangan pecah antara Serbia dan Bosnia. Dimana unit pasukan Serbia-Bosnia yang dipimpin oleh Jenderal Ratko Mladić yang berhasil menduduki kota Srebenica. Kurang dari 2 minggu ketika sudah menduduki kota Srebenica pasukan Republik Srpska ini menghabisi 8000 penduduk umat muslim Bosnia. Kejadian ini adalah sebuah tragedi terburuk di tanah Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Di saat pasukan Republik Srpska ini membantai dan melakukan kekerasan kepada umat muslim di Srebenica di saksikan oleh Pasukan perdamaian PBB. Ini adalah hal yang sangat mencoreng nama PBB karena tidak bisa berbuat di kala itu. Tragedi Srebenica ini akan selamanya menghantui sejarah PBB.

Jenderal Ratko Mladić adalah orang yang harus bertanggung jawab atas pembantaian 8000 muslim di serbia dalam waktu 5 hari. Mladic sempat menjadi buronan dunia sebelum akhirnya di tahan atau ditangkap. Dalam status terdakwa jenderal tersebut mendapatkan dukungan dari presiden Yugoslavia yang ketika di saat tersebut adalah Slobodan Milosevic.

Akibat adanya perlindungan atau dukungan dari presiden Yugoslavia tersebut membuat Mladic bisa hidup leluasa. Dia selalu tampil di depan umum dengan pengawal pribadi, menghabiskan waktu dengan menonton bioskop, dan kadang juga menikmati pertandingan sepakbola. Namun, semuanya harus usai ketika Slobodan Milosevic turun tahta. Mladic sudah jarang tampil di tempat umum dan hidup berpindah yang diikuti oleh orang-orang yang masih setia padanya.

Pada 26 Mei 2011 Jenderal yang bertanggung jawab atas kasus genosida Srebenica ini ditangkap di lazarevo. Di saat itu sudah berumur 69 tahun dengan keadaan struk dan sudah tidak bisa menggerakkan tangan kanannya. Namun, dengan keadaan seperti itu sifat angkuhnya masih tetap saja ada. Karena dia sempat berkata di media “Jika mau, saya bisa menembak mati sepuluh polisi (yang akan menahan saya) … tapi mereka hanya perwira-perwira muda yang menjalankan tugas”. Demikianlah dengan informasi mengenai genosida Srebenica semoga saja bisa bermanfaat untuk kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *